Sunday, 27 December 2015

MERAUP UNTUNG DARI BENCANA LUMPUR LAPINDO

Endapan lumpur Lapindo yang mengering di kolam penampungan di titik 35, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (23/7). Akibat musim kemarau endapan lumpur Lapindo di kolam penampungan tersebut mengering dan dimanfaatkaan sejumlah warga sebagai tempat wisata alternatif. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc/15,            Sejak munculnya semburan air beserta lumpur di desa renokenongo pada 29 mei 2006 , kehidupan warga sidoarjo berubah drastis , banyak orang yang stres karena rumahnya terendam lumpur panas , setelah bertahun-tahun tidak ada ada hentinya lubang tersebut mengeluarkan air , lumpur , dan gas semakin banyak pula desa yang terendam lumpur , tak terasa hampir 9 tahun timbunan lumpur semakin tinggi bahkan melebihi tingginya tiang listrik dan bahkan rumah berlantai dua sekalipun

      kesempatan ini tidak disia-siakan oleh warga yang rumahnya terendam , sembari menunggu uang ganti rugi cair , para warga memanfaatkan tanggul lumpur sebagai tempat wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah , bahkan hingga mancanegara

        untuk biaya naik ke atas tanggul dipungut Rp.10.000 kita bisa menikmati dan berfoto-foto diatas tanggul lumpur tersebut , bahkan banyak wisatawan dari luar kota bahkan dari luar negeri datang ke Sidoarjo hanya untuk melihat bencana yang sempat menggemparkan seluruh dunia tersebut
bahkan saat musim panas , lumpur di dalam tanggul mengering , sehingga warga dapat berfoto ria diatas lumpur yang sudah mengering tersebut ,. dan juga dapat menikmati sunset di atas tanggul lumpur yang ada di sini
Pengunjung mengamati instalasi patung yang berjudul survivor yang ditanam di kolam penampungan di titik 21, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (23/7). Akibat musim kemarau endapan lumpur Lapindo di kolam penampungan tersebut mengering dan dimanfaatkaan  sejumlah warga sebagai tempat wisata alternatif. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/15
      
sumber foto : google.com

No comments:

Post a Comment