
Sejak munculnya semburan air beserta lumpur di desa renokenongo pada 29 mei 2006 , kehidupan warga sidoarjo berubah drastis , banyak orang yang stres karena rumahnya terendam lumpur panas , setelah bertahun-tahun tidak ada ada hentinya lubang tersebut mengeluarkan air , lumpur , dan gas semakin banyak pula desa yang terendam lumpur , tak terasa hampir 9 tahun timbunan lumpur semakin tinggi bahkan melebihi tingginya tiang listrik dan bahkan rumah berlantai dua sekalipun
kesempatan ini tidak disia-siakan oleh warga yang rumahnya terendam , sembari menunggu uang ganti rugi cair , para warga memanfaatkan tanggul lumpur sebagai tempat wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah , bahkan hingga mancanegara

untuk biaya naik ke atas tanggul dipungut Rp.10.000 kita bisa menikmati dan berfoto-foto diatas tanggul lumpur tersebut , bahkan banyak wisatawan dari luar kota bahkan dari luar negeri datang ke Sidoarjo hanya untuk melihat bencana yang sempat menggemparkan seluruh dunia tersebut
bahkan saat musim panas , lumpur di dalam tanggul mengering , sehingga warga dapat berfoto ria diatas lumpur yang sudah mengering tersebut ,. dan juga dapat menikmati sunset di atas tanggul lumpur yang ada di sini
sumber foto : google.com
Belum ada tanggapan untuk "MERAUP UNTUNG DARI BENCANA LUMPUR LAPINDO"
Post a Comment